Materi pengelasan 1F dan 1G SMAW pada FLAT

Materi Posisi Pengelasan 1F dan 1G SMAW

Untuk modul:https://drive.google.com/open?id=1BEYI9k67moiI8XQNoYQszDEIBcsO-YdI
Modul Pengelasan Posisi 1F 1G

 Pengelasan SMAW

Shield Metal Arc Welding adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (kawat las). Panas tersebut ditimbulkan oleh lompatan ion listrik yang terjadi antara katoda dan anoda (ujung elektroda dan permukaan plat yang akan dilas ). Panas yang timbul dari lompatan ion listrik ini besarnya dapat mencapai 4000o sampai 4500o Celcius.

Proses terjadinya pengelasan karena adanya kontak antara ujung elektroda dan material dasar sehingga terjadi hubungan pendek dan saat terjadi hubungan pendek tersebut tukang las (welder) harus menarik elektrode sehingga terbentuk busur listrik yaitu lompatan ion yang menimbulkan panas. Panas akan mencairkan elektrode dan material dasar sehingga cairan elektrode dan cairan material dasar akan menyatu membentuk logam lasan (weld metal).

Untuk menghasilkan busur yang baik dan konstan tukang las harus menjaga jarak ujung elektroda dan permukaan material dasar tetap sama. Adapun jarak yang paling baik adalah sama dengan diameter elektroda yang dipakai,misalnya kawat las (elektroda) 3,2 mm maka jarak yang baik antara material dasar dengan ujung elektroda adalah sekitar 3 mm juga.


PROSEDUR PENGELASAN YANG BAIK

Untuk menghasilkan kualitas pengelasan smaw yang berkualitas ada 7  parameter yang perlu di perhatikan, trik ini di dapatkan dari buku moderen welding teknologi, berikut parameter-parameternya:

1. Pemilihan jenis elektroda yang tepat mulai dari kuat tarik, jenis material, dan jenis coatingnya agar matching/sesuai dengan material  yang akan di las.

2. Pemilihan diameter alektroda yang di gunakan di pertimbangkan berdasarkan type elektroda, posisi pengelasan, joint desain, ketebalan material, dan skill dari weldernya.

3. Pemakaian arus yang tepat

Pada pengelasan smaw sangat berpengaruh terhadap hasil lasan , jika arus terlalu besar maka elektroda akan terlalu cepat meleleh  dan susah di kontrol, jika arus terlalu rendah maka hasil pengelasan akan menumpuk dan tak beraturan.

4. Arc length yang tepat dan konsisten

Pada pengelasan smaw jika arc length terlalu tinggi maka akan terjadi large globule sehingga akan terjadi banyak spatter saat mengelas, dan bisa terjadi porosity  jika arc length yang terlalu pendek maka akan terjadi panas yang berlebih sehingga menghasilkan deep penetration dan bisa menyebabkan base metal jebol( blow hole ).

5. Tavel speed yang tepat

Jika travel speed terlalu tinggi maka logam cair akan cepat membeku dan weld bead akan rendah, kotoran dan gas  akan terjebak dan bisa menimbulkan cacat las,  jika terlalu lambat weld bead terlalu tinggi dan lebar dan hasil pengelasan akan berkerut.

6. Sudut pengelasan yang tepat

Pada pengelasan smaw sudut elektroda sangat penting, terutama pada saat pengelasan fillet dan groove sambungan yang dalam. apabila sudut pengelasan yang kurang tepat dapat mengakibatkan  undercut, dll. biasanya sudut yang di pakai 70-80 derajat

7. Ayunan elektroda ( welding manipulation)yang benar.

Karena setiap elektroda memiliki karakteristik ayunan yang berbeda-beda welding manipulation pengelasan smaw  berdasarkan : type elektroda, desain sambungan, posisi pengelasan dan pengalaman dari welder itu sendiri

Posisi pengelasan 1F
Posisi pengelasan 1f adalah posisi pengelasan dimana benda kerja berada pada dibawah tangan (hand down) .pada benda kerja pada posisi diagonal dengan posisi elektroda 60° s/d 80°
Dengan settingan kuat arus 70A s/d 80A.pada pengelasan ini elektroda yang baik yaitu menggunakan elektroda dengan kode E6013

Gambar Posisi Pengelasan 1F Pelat

Video pengelasan 1F pada pelat
Posisi pengelasan 1G

Posisi pengelasan 1G adalah posisi pengelasan dibawah tangan (hand down)sama seperti 1F dengan tetapi dengan posisi benda kerja horizontal pada pengelasan ini posisi elektroda membentuk sudut 30°s/d 50° dengan menggunakan settingan kuat arus 50A s/d 60A untuk elektroda yang digunakan elektroda dengan koda E7016
Gambar Posisi Pengelasan 1G:
 vidio pengelasan Posisi 1G:




Untuk Power Point:
https://drive.google.com/file/d/0B6ZGuBQ7Gl54MWJnSVJidGJaaU0/view?usp=sharing 

 JOB SHEET 1F DAN 1G FILLET

A. Tujuan Instruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini, peserta diharapkan mampu membuat persiapan sambungan sudut (T) pada pelat 10 mm menggunakan peralatan potong gas dengan memenuhi kriteria:
  • Hasil potongan rata dan lurus
  • Ukuran 70 x 200 x 10 mm
  • Distorsi maksimum 5°
  • Panjang las catat 10 – 15 mm pada tiga tempat dan jarak simetris
  • Konstruksi sambungan siku dan simetris dengan penyimpangan maksimum 5°
B. Alat dan Bahan
1.   Alat
·             Seperangkat alat potong gas mekanik  ( Straight Cutting Machine )
·             Seperangkat mesin las busur manual (SMAW)
·             Satu set alat keselamatan dan kesehatan kerja pemotongan dengan gas dan  las busur manual
·             Satu set alat bantu las busur manual
2.   Bahan
·          Pelat baja lunak tebal 10mm
·          Satu set gas asetilin dan oksigen
·          Elektroda AWS-E 6013/7018 Æ 3,2mm
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.     Gunakan kacamata yang sesuai (shade 4-5 untuk pemotongan dan shade 10-11 untuk pengelasan).
2.     Rapihkan sisi-sisi tajam pelat dengan grinda atau kikir.
3.     Pakailah pakaian kerja yang aman dan sesuai.
4.     Gantilah kaca filter jika sudah rusak.
5.     Hati-hati dengan benda panas hasil pemotongan.

D. Gambar Kerja
1.   Persiapan Bahan
           

2.   Persiapan Sambungan
             

      






E. Langkah kerja.
1.     Siapkan peralatan potong gas dan bahan (pelat baja lunak 10 mm).
2.     Lukis garis potong sesuai gambar kerja.
3.     Tempatkan mesin potong gas di atas pelat yang akan dipotong, dan atur posisi tip potong tegak lurus terhadap pelat.
4.     Lakukan pemotongan sejumlah 2 buah (satu set sambungan T), sesuai ukuran yang ditentukan pada gambar kerja.
5.     Rapikan sisi potongan dengan menggunakan pahat (jika perlu) gerinda dan/atau kikir.
6.     Rakit dan las catat sambungan menggunakan elektroda E 6013 (Rutile) atau E 7018 (Iron Powder Low Hydrogen) dengan konstruksi tegak lurus satu sama lain.
       7.     Serahkan benda kerja pada pembimbing untuk diperiksa.

2.    Persiapan Las Sambungan Tumpul Kampuh V

A. Tujuan Instruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini, peserta diharapkan mampu membuat persiapan sambungan tumpul kampuh V pada pelat   10 mm menggunakan peralatan potong gas dengan memenuhi kriterai :
§  Hasil potongan rata dan lurus
§  Ukuran 100 x 200 x 10 mm
§  Sudul bevel 30° - 35°
§  Root face dan root gap 2mm, rata dan sama
§  Distorsi maksimum 5°
§  Panjang las catat 15 – 20 mm  pada tiga tempat dan  jarak simetris
§  Konstruksi sambungan rata dengan selisih maksimum 1mm
B. Alat dan Bahan
1.   Alat
·             Seperangkat alat potong gas mekanik  ( Straight Cutting Machine )
·             Seperangkat mesin las busur manual (SMAW)
·             Satu set alat keselamatan dan kesehatan kerja pemotongan dengan gas dan  las busur manual
·             Satu set alat bantu las busur manual
2.   Bahan
·          Pelat baja lunak tebal 10mm
·          Satu set gas asetilin dan oksigen
·          Elektroda AWS-E 6010/11 atau AWS-E 7016 Æ 2,mm
C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.     Gunakan kacamata yang sesuai (shade 4-5 untuk pemotongan dan shade 10-11 untuk pengelasan).
2.     Rapihkan sisi-sisi tajam pelat dengan grinda atau kikir.
3.     Pakailah pakaian kerja yang aman dan sesuai.
4.     Gantilah kaca filter jika sudah rusak.
5.     Hati-hati dengan benda panas hasil pemotongan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik pengelasan posisi 3F/3G

Teori Pengelasan 2F & 2G pada pelat